Breaking News

Mati Aku, Jawabannya Apa Ini!


KOTA MALANG - Mungkin itu yang ada dibenak pikiran para peserta ujian tulis saat menghadapi soal-soal untuk mengukur kompetensi mereka di bidang otomotif.

Ujian tulis dilaksanakan pada hari Jumat (29/07/16) pagi di ruang kelas B 1-2 Politeknik Negeri Malang. Diantara peserta menunjukkan ekspresi beragam. Mulai mengernyitkan dahi, bergumam sendiri, dan ada pula yang menunjukkan gelagat 'nyari kemudahan'.

Tak bisa dipungkiri, para peserta sebagian besar merupakan pekerja bengkel, bukan merupakan mahasiswa kalangan Polinema. Karena yang lebih mereka kuasai adalah praktek di lapangan dibandingkan memilih jawaban pada selembar soal.

Demi Sertifikat Nasional

Mau tidak mau mereka juga harus menguasai segi teori otomotif untuk menghadapi ujian kompetensi yang dilakukan langsung oleh para asesor.

Karena, dengan lulusnya ujian baik teori maupun praktek, mereka telah dijanjikan sertifikat bertaraf nasional yang mampu menjadi bukti keahlian mereka di bidang otomotif.


Ujian Pekerja di Lingkungan IHT

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari agenda Pemerintah Kota Malang dengan menyelenggarakan "Pembinaan Kemampuan Dan Ketrampilan Kerja Masyarakat di Lingkungan IHT Melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi Reparasi Kendaraan Bermotor".

Kegiatan tersebut melibatkan kurang lebih 30 peserta dari industri kecil menengah di Kota Malang. Hal ini menjadi penting, karena di Indonesia khususnya Kota Malang tak lepas dari persaingan global. Hingga membutuhkan kompetensi dan daya saing dengan adanya standarisasi kemampuan keahlian.


Acara yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Malang ini resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Umi Kulsum.

"Pelatihan ini (tune up) begitu penting bagi para pemilik Industri Kecil Menengah, sebelum menjalankan perbaikan dan perawatan bagian mobil lainnya." ujar Umi Kulsum.

Tingkatkan Pemahaman Standarisasi

Selain itu, adanya pelatihan dan pembinaan mengenai tune up mesin kendaraan ringan roda 4 ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para peserta pelatihan tentang pentingnya standarisasi.

Terlebih, hal ini searah dengan menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang mana persaingan tidak hanya melibatkan masyarakat Indonesia, namun juga berhadapan langsung dengan kompetensi warga negara asing.

Ambil Anggaran dari DBH Cukai

Menurut Agus Purnomo Ali selaku Kepala Bidang ILMETTA Disperindag Kota Malang menyatakan bahwa terselenggaranya acara tersebut mengambil sumber dana dari Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai 2016.

"Dari APBN yang dialokasikan ke APBD melalui DBH Cukai 2016, acara ini bisa terselenggara." jelasnya.

Setelah terselenggaranya acara tersebut, diharapkan para peserta siap menghadapi dunia perdagangan global, dan mampu bersaing di dalamnya.

No comments

Silahkan tinggalkan kesan Anda setelah membaca www.malangartchannel.com