Breaking News

Ketupat, Tambah Penghasilan Pasca PHK


Kota Batu - Setelah hari raya Idul Fitri, budaya mayoritas masyarakat Muslim Indonesia tak lepas dari sosok ketupat. Tidak ada beda dengan lontong, yakni beras yang dimatangkan menggunakan daun. Hanya jika lontong dibungkus dengan daun pisang, ketupat dibungkus dengan daun janur.

Biasanya, budaya saling beri ketupat terjadi hingga 1 minggu setelah lebaran. Dengan sang 'soulmate' ketupat yakni opor ayam seringkali disajikan terutama saat banyak tamu dirumah untuk dimakan bersama-sama. Apakah Anda sudah membuat ketupat?


Harga Janur dan Ketupat

Okelah kalo begitu. Saya beri gambaran harga daun janur, maupun harga rangkaian ketupat yang sudah jadi. Di Pasar Besar Kota Batu, terdapat seorang penjual daun janur serta ketupat yang telah dirangkai. Nama penjualnya yakni Muslikah, warga Gang Wayang, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Jauh banget dari Pakisaji ke Kota Batu?

"Enaknya disini lebih ramai pembeli mas, jadi daripada di Pasar Pakisaji dekat dengan tempat tinggal saya, mending di Pasar Besar Kota Batu" begitulah kira-kira alasannya.


Dalam satu ikat, terdapat 50 lembar daun janur. Yang ia jual dengan harga 40ribuan. Jadi, ya satu lembar janur kira-kira seribuan lebih dikit, toh jadinya juga menghasilkan 50 ketupat.

Namun, jika Anda malas untuk merangkai ketupat -atau memang tidak bisa-, Anda bisa membeli ketupat jadi di Muslikah dengan harga 15 ribu rupiah per 15 biji ketupat. Tentu isinya dijual terpisah, hanya dapat ketupat kosong.

Kebanjiran Pembeli

Muslikah mulai kebanjiran pembeli sejak seminggu sebelum lebaran. Setiap ikat yang ia beli dari pengepul, selalu habis terjual. Tak heran jika Muslikah mengaku akan tetap bertahan hingga beberapa hari setelah puasa.

"Setelah kena PHK dari pabrik rokok, bisanya cuma nyambi jualan ketupat seperti ini mas. Lumayan dapat pemasukkan" pungkasnya.


---
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Mohon Maaf Lahir Batin
---

Julian Sukrisna
@juliansukrisna
https://www.facebook.com/juliansukrisna

2 comments:

Silahkan tinggalkan kesan Anda setelah membaca www.malangartchannel.com