Breaking News

Cak Nun Tidak Anti Siapapun, Hanya Lawan Kerakusan


Kota Malang - Kali ini Cak Nun dan Kyai Kanjeng hadir di Politeknik Negeri Malang dalam kegiatan tadabburan yang dikemas dalam Safari  Ramadhan.

Cak Nun menyinggung pentingnya keberadaan generasi muda yang berkualitas, dengan harapan dapat membangun negara yang lebih baik di kemudian hari.

Dalam ceramahnya, Cak Nun menyinggung Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau tax amnesty.

"Saya tidak akan mengkritik negara atau pemerintah. Saya hanya ingin ketemu anak-anak."

Selain itu, Cak Nun juga terlihat berupaya menyadarkan pentingnya memiliki ilmu yang bermanfaat dikemudian hari, salah satunya dengan bisa memiliki usaha sendiri tanpa harus selalu menjadi buruh perusahaan.

"Dadi buruh kok banggane." celetuknya dengan logat jawa.

Terkait dengan bulan puasa, Cak Nun menegaskan pentingnya bersikap menahan diri. Sesuai dengan arti 'imsak' yakni mengendalikan diri.

Setiap pemaparan yang disampaikan, ia akui tidak membahas siapa-siapa, atau pihak siapa yang dirasa bertanggung jawab atas nasib Indonesia.

"Saya tidak anti cina, anti barat dan anti arab. Yang kita dilawan adalah sikap kerakusan."

Dengan hadirnya ibadah puasa yang berlangsung selama 1 bulan penuh, bisa menjadi wadah dalam mendidik, kursus, serta melatih diri dalam menahan diri, agar tidak muncul sikap rakus.

2 comments:

  1. Belum pernah punya kesempatan nonton Cak Nun langsung. Iya sih bener, kudu membenci perilaku buruk,salah satunya kerakusan...

    keluargahamsa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak mbak cara ngajinya, insya allah hampir tiap tahu, saya ngikutin caknun saat di Malang.

      Delete

Silahkan tinggalkan kesan Anda setelah membaca www.malangartchannel.com