Breaking News

Cak Nun & Kyai Kanjeng Sowan Malang



Kabupaten Malang - Di hari pertama, rombongan MH Ainun Najib bersama Kyai Kanjeng datangi lapangan Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dalam memperingati sedekah bumi warga setempat.

Ribuan masyarakat sekitar pun tumplek blek sebagai cerminan antusias warga untuk menyaksikan penampikan Kyai Kanjeng serta wejangan yang disampaikan M H Ainun Nadjib, Minggu (30/8) malam.

Ngaji bareng di Lapangan Kendalpayak, Pakisaji

Sebelum Kyai Kanjeng melantunan sholawat, semua masyarakat diajak lantunkan lagu Syukur dengan penuh hikmat.

Menurut Lurah Kendalpayak, pengajian dengan hadirnya Cak Nun tersebut sekaligus sebagai bentuk kemeriahan selamatan desa yang sudah dilakukan pada Minggu siangnya.

Cak Nun dalam pembicaraannya juga menyinggung arti dari lagu Gundul-Gundul Pacul. Yang mana seseorang yang sudah memiliki kewenangan di pemerintahan, tidak boleh main-main karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat yang diayomi.

"Kalian harus mantab dengan ke-jawa-an kalian. Karena, disinilah (Jawa Timur) peradaban Jawa tua," ujarnya.

Lihat videonya berikut ini :


Arti Kendalpayak

Lurah setempat juga menceritakan perihal nama 'kendalpayak' hingga akhirnya menjadi nama salah satu kawasan di wilayah Kecamatan Pakisaji. 'Kendal' diakui sebagai nama sebuah pohon. Sedangkan 'payak' berasal dari kata 'ngrempayak' yang kurang lebih artinya adalah rimbun.

***

Selain Pakisaji, Juga Kunjungi Karangploso

Cak Nun beserta Kyai Kanjeng juga gelar acara ngaji bareng di lapangan Karangploso yang dilaksanakan Senin (31/8) malam. Kegiatan tersebut menyedot ribuan warga yang jumlahnya tak kalah banyak di bandingkan dengan hari sebelumnya.

Cak Nun saat di Karangploso

Beragam wejangan diberikan Cak Nun perihal pentingnya kesadaran akan jati diri sendiri dan bangsa. Agar masyarakat Indonesia tidak psimis, dan selalu percaya diri dengan kemampuan yang terlihat mulai luntur saat ini.

"Kita itu bangsa yang besar, ojo nyekukruk ae rek, (jangan bersikap seperti orang gak percaya diri)" ujarnya dengan logat yang khas.

Dalam membangkitkan semangat warga Karangploso, Caknun selalu sampaikan sejarah yang telah membentuk bangsa Indonesia, yang penuh dengan kekayaan budaya luhur.

Terkait komentarnya tentang masyarakat Malang Raya, ia bercerita tentang masa-masa berkunjung puluhan tahun lalu.

"Lek wes kenek arek Malang, jan jan,,,,Lha pas aku serius moco puisi tahun 70an, malah di trutuk koyok dalang. (Kalo udah kena anak Malang, wah. Waktu saya serius berpuisi saat tahun 70an, malah di ganggu dengan suara ketukan seperti dalang)",

"Tapi yo opo-yo opo, arek Malang ancen jos. Jangan berhenti untuk bersikap kritis. Banyak hal bahkan mendunia, jika suatu hal tersebut 'lolos' oleh kritikan masyarakat Malang," pungkasnya. (rad)

No comments

Silahkan tinggalkan kesan Anda setelah membaca www.malangartchannel.com